PERAN GURU DALAM PENGUATAN
PENDIDIKAN KARAKTER BAGI PESERTA DIDIK
Oleh:
Ita Syazwanti
Universitas
Negeri Malang
Abstrak: Pendidikan karakter adalah suatu
sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah pelaksanaan
nilai-nilai tersebut melibatkan kerjasama dari berbagai pihak seperti keluarga,
lingkungan sekolah dan masyarakat luas dalam pelaksanaannya. Tujuannya sebagai penanaman
nilai dalam diri siswa dan pembaruan tata kehidupan bersama yang lebih
menghargai kebebasan individu. Peran guru sangat vital dalam pelaksanaan dan
penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik
Kata
Kunci: pendidikan,
karakter, peran guru, peserta didik
Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI) Isu adalah masalah yang dikedepankan, untuk selanjutnya
ditanggapi, ditindak lanjuti dan sebagainya, dalam dunia pendidikan semakin
banyak isu-isu kebijakan pendidikan yang bermunculan yang menuai pro dan kontra
di dalam masyarakat umum. Masalah yang ramai diperbincangkan saat ini adalah
pendidikan karakter dimana karakter anak bangsa mulai tergerus oleh
perkembangan zaman, serta tidak diimbangi dengan peran serta lingkungan
keluarga, sekolah, dan masyarakat umum dalam mengupayakan hal tersebut. Banyaknya
kasus – kasus yang menyangkut tentang rendahnya moral dan etika , korupsi
terjadi diberbagai belahan masyarakat hingga ke pejabat tinggi negara,
peredaran narkoba yang semakin pesat, banyaknya tawuran antar pelajar,
munculnya geng-geng pelajar, dan juga maraknya kasus bullying di kehidupan langsung maupun media sosial yang akan
berlanjut kepada kekerasan antar pelajar. Mundurnya pendidikan karakter,
membuat kita bertanya-tanya lalu bagaimana cara kita menghidupkan kembali dan
melalui kegiatan-kegiatan pendidikan seperti apa kita dapat memberikan dan
menanamkan pendidikan karakter dalam diri peserta didik. Dalam hal ini
diperlukan membuat suatu kebijakan yang berasal dari pengajuan alternatif
pemecahan masalah dari seorang analis.
Latar
Belakang Masalah
Dewasa
ini, wacana pendidikan sangat banyak bermunculan dan telah banyak
diperbincangkan di dunia pendidikan maupun di masyarakat umum. Pendidikan
karakter menjadi pembahasan yang paling ramai pada saat ini. Pendidikan
karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga
sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan dan tindakan
untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, yang melibatkan kerjasama dari
berbagai pihak seperti keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat luas dalam
pelaksanaannya. Pembentukan pendidikan karakter tidak akan berhasil selama antar
lingkungan pendidikan tidak ada kesinambungan, keharmonisan, dan keseimbangan. Dengan
demikian, keluarga sebagai lingkungan pembentukan pendidikan karakter pertama
dan utama harus benar-benar lebih diutamakan, agar kelak pada lingkungan sekolah
peserta didik memiliki bekal karakter yang positif. Peran lingkungan sekolah
yang dianggap sebagai tempat yang efektif untuk membentuk karakter peserta
didik. Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional pada Pasal 3, yang berbunyi bahwa ‘’Pendidikan nasional berfungsi
mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab’’. (Sisdiknas, 2003:7)
Tujuan
pendidikan karakter adalah penanaman nilai dalam diri siswa dan pembaruan tata
kehidupan bersama yang lebih menghargai kebebasan individu (Asmani, 2013:42).
Namun, pada kenyataannya banyak para peserta didik yang mulai kehilangan
nilai-nilai moral mereka, dengan begitu tujuan pendidikan nasional tidak akan
tercapai apabila tidak ada tindak lanjut mengenai masalah penanaman pendidikan
karakter. Maka dari itu peran guru sangat vital sebagai sosok yang diidolakan,
serta menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi peserta didiknya.
Prasyarat : a). Tersedianya pembelajaran
yang berorientasi kepada penanaman nilai-nilai moral b). Kurikulum yang sesuai c).
Guru dapat memberi contoh perwujudan dalam berkepribadian dan berperilaku, dapat
menjalankan lima peran sebagai konservator (pemelihara), inovator (pengembang),
transmiter (penerus), transformator (penerjemah), organisator (penyelenggara)
(Barnawi, dkk. 2012: 99).
Kenyataannya : a). Pembelajaran
saat ini dianggap terlalu membosankan dan hanya berkutat kepada banyak teori
saja meskipun telah diterapkan kurikulum 2013 b). Pada kenyataannya kurikulum
yang diterapkan saat ini masih banyak kritikan dari berbagai belahan
masyarakat, dikarenakan perubahan kurikulum ini terkesan tergesa-gesa dan guru
juga belum sepenuhnya mengerti dan memahami akan sistematika dan aturan2 dari
kurikulum tersebut c). Guru sebagai
contoh para peserta didik dalam bertingkah laku, namun banyak guru sekarang
yang rendah moral dan etikanya dalam berperilaku dihadapan peserta didik, guru
juga banyak yang belum menguasai materi, dan juga belum dapat melaksanakan kelima
peran sebagai guru yang sebenarnya.
Untuk mengatasi hal tersebut maka
diperlukan sebuah rancangan alternatif untuk memecah permasalahan pemerataan
pendidikan. Dari sini analis akan menyusun atau merumuskan sebuah rancangan alternatif
untuk pemenuhan penguatan pendidikan karakter.
Rumusan
Kebijakan Masalah
Upaya-upaya dalam mengatasi masalah
penguatan pendidikan karakter:
a). Adanya program pemerintah
Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di sekolah b). Ide Gerakan Nasional
Revolusi Mental (GNRM) yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi c).Kebijakan full
day school 8 jam belajar
Masalahnya:
Program dan ide-ide tersebut diatas memang secara
tersurat ditujukan untuk meningkatkan karakter peserta didik, seperti program
pemerintah Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang merupakan lanjutan dari ide
Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) dinilai baik dan sudah diterapkan ke
beberapa sekolah di Indonesia, namun yang menjadi masalah disini adalah banyak
pelaksanaan yang tidak disertai dengan keseimbangan dari peran-peran guru,
siswa, keluarga, dan masyarakat di dalamnya. Karena untuk mencapai tujuan
pendidikan karakter diperlukan kerja sama dari berbagai pihak, bagaimana bisa
jika pihak satu berkontribusi namun yang lain tidak ikut serta, tentunya akan
sia-sia.
Perkembangan teknologi yang semakin pesat juga menjadi
masalah di dalam upaya penguatan pendidikan karakter ini, banyak peserta didik yang mudah sekali
percaya dan menelan mentah-mentah isu-isu buruk yang ada pada sosial media
tanpa tau akar permasalahannya. Lalu kebijakan full day school dengan 8 jam
belajar ini memang telah juga diterapkan di beberapa sekolah namun banyak yang
mengkritisi dan tidak menyetujui program ini, karena beranggapan bahwa peserta
didik akan merasa jenuh, dan bosan, ketika harus belajar selama 8 jam di
sekolah sehingga waktu bersama keluarga menjadi berkurang.
Rumusan
Alternatif Kebijakan
Pemberdayaan
guru melalui penyuluhan, seminar, pelatihan, lokakarya atau sebagainya dapat meningkatkan pehamaham guru dan
pengetahuannya akan sikap, nilai, dan norma yang harus diterapkan pada dirinya
sendiri lalu kemudian untuk membimbing peserta didik melalui karakter yang
positif , dapat juga diterapkan program best
practice bagi peserta didik yang dibimbing melalui proses pembiasaan pola
hidup, guru mendampingi peserta didik sehingga mereka merasa nyaman dengan
proses tersebut, disinilah nanti yang selanjutnya akan menjadi landasan
terciptanya pribadi-pribadi yang unggul, melalui pembiasaan ini nanti
diharapkan peserta didik akan dapat melakukan perubahan dirinya kearah yang
lebih baik (positif), sehingga nantinya dapat menjadi peserta didik yang
berkarakter kuat. Dalam pembiasaan pola hidup ini guru menjadi pihak yang
sangat dibutuhkan dalam membimbing peserta didik, guru akan menjadi pendukung utama
dalam proses keberhasilan pendidikan karakter (Saroni, 2013: 186).
Analisis
Potensi dan limitasi Alternatif Kebijakan
Dalam beberapa
alternatif kebijakan yang telah ditawarkan oleh penulis sebagaimana yang
dijelaskan diatas, tentunya terdapat potensi serta limitasi dalam alternatif
kebijakan tersebut. Pada alternatif pertama, dengan pemberdayaan para guru
melalui kegiatan seminar, pelatihan, penyuluhan, dan lokakarya dapat
meningkatkan pemahaman guru terhadap pengetahuan nilai dan norma yang harus mereka
terapkan dan laksanakan pada diri mereka sebagai seorang guru yang nantinya
akan mereka terapkan kepada peserta didik, karena guru adalah teladan bagi
siswa-siswanya dalam bertingkah laku. Namun limitasinya disini seminar,
lokakarya, penyuluhan, dan pelatihan dianggap kurang efektif apabila tidak
disertai dengan pengembangan berkelanjutan, kegiatan ini juga memakan waktu
yang lama karena tidak akan bisa berjalan maksimal apa bila dilakukan hanya
sekali dua kali, harus berkali kali secara bertahap, karena kemampuan yang
dimiliki oleh guru memang berbeda-beda.
Pada alternatif kedua,
dengan program best practice yang
menerapkan bimbingan melalui pembiasaan pola hidup, dapat menjadi salah satu
potensi untuk meningkatkan moral dan karakter peserta didik, dengan pembiasaan
sikap-sikap dan tingkah laku yang positif maka peserta didik akan terbiasa, disinilah
nanti yang selanjutnya akan menjadi landasan terciptanya pribadi-pribadi yang
unggul. Dalam pembiasaan pola hidup ini peran guru menjadi pendukung utama
dalam proses keberhasilan penguatan karakter. Disini juga terdapat limitasi,
alternatif ini juga memakan waktu yang cukup lama tidak sekali dua kali peserta
didik dapat terbiasa dan beradaptasi dengan pola-pola pembiasaan yang
diterapkan kepadanya, jadi dibutuhkan kesabaran dan ketlatenan secara bertahap,
apalagi peserta didik memiliki sifat dan kemampuan yang berbeda, guru harus
dapat menyesuaikan keadaan peserta didiknya.
Rumusan
Rekomendasi Kebijakan
Seiring
berkembangnya zaman dan diikuti dengan teknologi yang semakin canggih, banyak
masalah-masalah pada dunia pendidikan, bergesernya nilai-nilai moral dan
karakter telah marak terjadi, hilangnya dan lunturnya karakter bangsa menjadi
ancaman bagi negara ini, maka dari itu perlunya penggalakan dan penguatan
pendidikan karakter, terutama di dunia pendidikan, dengan guru berperan penting
sebagai teladan, inspirator, motivator, dinamisator, dan evaluator bagi peserta
didiknya.
Dengan sistem
pembiasaan pola hidup yang positif kepada peserta didik yang dilakukan oleh
guru sebagai pendamping peserta didik dalam membiasakan dan mencontohkan
sikap-sikap positif maka peserta didik akan merasa nyaman dan nantinya
diharapkan dapat menjadi landasan terciptanya pribadi-pribadi yang unggul,
khususnya dalam berkarakter. Alternatif kebijakan ini dipilih karena melalui
pembiasaan peserta didik akan merasakan hal yang tidak dipaksakan kepadanya
peserta didik akan merasa terbiasa dan selanjutnya otomatis dengam terbiasa mereka
akan melaksanakan tanpa disertai beban, dan akan terus berlanjut sampai
kapanpun.
Simpulan
Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman
nilai-nilai karakter kepada warga sekolah pelaksanaan nilai-nilai tersebut melibatkan
kerjasama dari berbagai pihak seperti keluarga, lingkungan sekolah dan
masyarakat luas dalam pelaksanaannya. Tujuannya sebagai penanaman nilai dalam
diri siswa dan pembaruan tata kehidupan bersama yang lebih menghargai kebebasan
individu. Peran guru sangat vital dalam pelaksanaan dan penguatan pendidikan
karakter bagi peserta didik. Melalui sistem pembiasaan pola hidup yang positif
kepada peserta didik yang dilakukan oleh guru sebagai pendamping peserta didik
dalam membiasakan dan mencontohkan sikap-sikap positif maka peserta didik akan
merasa nyaman dan nantinya diharapkan dapat menjadi landasan terciptanya
pribadi-pribadi yang unggul, khususnya dalam berkarakter.
DAFTAR RUJUKAN
Barnawi,
dkk. 2012. Strategi dan Kebijakan
Pembelajaran Pendidikan Karakter. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Saroni,
Mohammad. 2013. Best Practice: Langkah
Efektif Meningkatkan Kualitas Karakter Warga Sekolah. Yogyakarta: Ar-Ruzz
Media.
Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. Sistem
Pendidikan Nasional. Jakarta: Sinar Grafika.
Shop high quality quality Hyperallergenic Titanium Earrings
BalasHapusFind best Hyperallergenic Titanium Earrings titanium forging at used ford escape titanium affordable trex titanium headphones prices. Shop with confidence and aftershokz trekz titanium buy online iron titanium token for a better price.